Rapat Akusisi Arsip statis Banten


                Akuisisi berasal dari bahasa inggris acquisition, artinya proses penambahan khazanah arsip dengan cara menerima arsip bernilai guna pertanggungjawaban nasional atau arsip statis dari lembaga Negara dan badan – badan pemerintah, swasta, perorangan sesuai dengan ketentuan perundang – undangan yang berlaku.

Kegiatan  akuisisi  arsip  didahului  oleh  suatu  kondis atau  keadaan. Kondisi  ini  ditampilkan  dalam  bentuk  tempat  penyimpanan  arsip sebagai  kumpulan  fisik  akumulasi  arsip  yang  terus  menerus  tercipta  di lingkungan  pencipta  arsip.  Arsip yang  tercipta  merupakan  bukti  dari  suatu aktivitas  dari  suatu  organisasi  atau  individu  dalam menjalankan  fungsi  dan tugas pokoknya atau hubungan yang pernah terjalin antara organisasi dengan pihak  lain  dan merupakan sumber informasi mengenai orang,  organisasi, peristiwa, dan tempat-tempat tertentu. Sebagai   suatu  tempat,   setiap   arsip   yang   disimpan   dirancang   untuk memenuhi beberapa kebutuhan. Salah satunya kebutuhan untuk mendapatkan dan memanfaatkan informasi. Informasi yang mampu memberikan gambaran objektif  tentang  suatu  peristiwa  atau  keadaan  di  masa  lalu,  saat  ini,    dan  di masa  depan,  baik  untuk kepentingannya  sendiri  maupun  untuk  kepentingan orang  banyak.  Informasi  yang  dibuat  oleh  manusia  maupun  badan  korporasi (kementerian,  instansi,  perusahaan,  organisasi,  yayasan,  dan  sejenisnya)  ini merupakan  informasi  yang  terekam dalam  segala  bentuk  dan  media  sejalan dengan  perkembangan  teknologi informasi  dan   komunikasi,  atau  sering dikenal dengan sebutan arsip.

Informasi   merupakan   data   yang   sudah   diolah,   terkadang   memiliki kegunaan   sesaat   atau   waktu   yang   pendek,   tetapi   terkadang   memiliki kegunaan  yang  panjang.  Dalam  kondisi  yang  demikian, diperlukan  alasan mengapa  suatu  arsip dapat  disimpan  dengan  kurun  waktu  yang  berbeda – beda Mengapa  pula  orang  lain  perlu  mengetahui  informasi  yang  tercipta   tersebut,  

tidak   hanya   kita   sendiri   yang   menciptakannya   Pertanyaan -  pertanyaan  tersebut  muncul  seiring  dengan  adanya  kegiatan  akuisisi.  Untuk menjawab   pertanyaan   di   atas,   dibutuhkan   pemahaman   yang   lengkap mengenai   nilai   kegunaan   arsip   karena   dari   sana   kita akan   mengetahui mengapa terjadi suatu kegiatan akuisisi arsip.

 Istilah lain dari akuisisi arsip adalah pengunpulan arsip, seperti disebutkan pada pasal 7 Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 105 Tahun 2004 tentang pengelolaan arsip statis oleh Arsip Nasional Republik Indonesia, Lembaga kearsipan provinsi, dan atau lembaga kearsipan kabupaten / kota dilaksanakan melalui kegiatan penilaian, penataan, dan pembuatan daftar arsip statis. Penyerahan arsip berniali guna pertanggungjawaban nasional atau arsip statis dari kegiatan akuisisi yang di selenggarakan oleh lembaga kearsipan, baik pusat dan  daerah bekerja sama dengan lembaga pencipta atau pemilik arsip statis melalui proses pendokumentasian arsip statis ( penilaian , penataan, dan pembuatan daftar ) dan proses serah terima yang jelas.   Arsip statis adalah arsip yang sudah tidak di gunakan dalam birokrasi. Arsip statis mempunyai sifat historis, permanen,sekunder, dan sudah terbuka untuk umum. Pusat penyimpanan arsip statis di Indonesia ada di Arsip Nasional Republik Indonesia. Arsip satatis memiliki nilai yang sangat penting bagi generasi mendatang. Karena itu keberadaan arsip statis harus senantiasa dilestarikan di lembaga kerasipan. Namun demikian pengelolaan arsip statis bukanlah hal hal yang mudah dan murah, karena itu proses akuisisi arsip statis di lembaga – lembaga kearsipan.

 Ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan oleh lembaga kearsipan sekitar dengan penyelenggaraan akuisisi arsip statis, yaitu :

● Akuisisi dilakukan hanya untuk arsip yang memiliki nilai guna sekunder

● Akuisisi dilakukan sedini mungkin sejak arsip dinyatakan statis

● Akuisisi dilaksanakan berdasarkan strategi akuisisi

● Akuisisi dilaksanakan atas kesepakatan antara lembaga kerasipan dengan

   Pencipta dan pemilik arsip.

 

             Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Banten pada tanggal 6 Februari mengadakan Rapat Akusisi Arsip statis Banten  yang dilaksanakan di  Lt. 3   Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Prov.Banten,   yang dihadiri oleh LKD kab / Kota, OPD,KPU dan Bawaslu   Provinsi Banten  Provinsi Banten,  Yang berjumlah kurang lebih 40  Orang.

Maksud dari Kegiatan  Rapat Akusisi Arsip Banten  adalah sebagai salah satu pelaksanaan program kerja bidang Pengelolaan arsip pada APBD Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten tahun 2020 dan bertujuan sbb:

1.  Kegiatan  Rapat Akusisi Arsip Banten  suatu rangkaian proses  upaya penyelamatan dan pelestarian serta pewarisan jejakan informasi bersejarah dalam bentuk memori kolektif kehidupan berbangsa dan bernegara kepada generasi mendatang dalam rangka penyelamatan akuisisi arsip statis banten.

2. Mencari kesepakatan dan  titik temu pada kegiatan  Rapat Akusisi Arsip Statis Banten dalam rangka proses penyelamatan arsip statis yang memiliki  nilai yang sangat penting bagi generasi mendatang, karena keberadaan arsip statis banten harus di lestarikan di lembaga kearsipan,  Karena arsip statis banten memiliki nilai yang sangat penting, oleh karena itu harus di tingkatkan lagi pengelolaan di lembaga kearsipan karena proses akusisi arsip statis sangat menentukan efisiensi dan efektifitas pengelolaan arsip statis di lembaga – lembaga kerasipan.

3. Untuk menjamin keselamatan arsip sebagai pertanggungjawaban nasional bagi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara perlu dilakukan penambahan khazanah arsip statis pada lembaga kearsipan melalui kegiatan akuisisi arsip statis banten

 


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan