KETIKA ARSIP BICARA: ROMANTISME DAN FAKTA SEJARAH


KETIKA ARSIP BICARA:

ROMANTISME DAN FAKTA SEJARAH

Oleh: Herman Fauzi

Arsip adalah suatu warkat yang disimpan secara rapih, karena mempunyai nilai kegunaan yang khusus agar setiap kali diperlukan mudah ditemukan kembali. Sedangkan Lembaga Administrasi Negara memberikan rumusan secara lengkap, “Arsip adalah segala kertas, buku, naskah, gambaran peta, bagan atau dokumen lainnya. Arsip berarti segala macam bentuk dokumen resmi yang sifat asli atau salinan serta segala cara penciptaannya oleh suatu badan sebagai bukti dari kegiatan organisasi, fungsi-fungsi kebijakan, keputusan-keputusan, prosedur-prosedur, mengandung catatan peristiwa penting baik terkait dengan pemerintahan maupun dengan masyarakat dan perusahaan.

Nilai kearsipan dijelaskan Undang-Undang No.7 tahun 1971 tentang “Ketentuan Pokok Kearsipan” pada Bab I pasal 1: yaitu Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh lembaga Negara dan Badan-badan Pemerintahan dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok dalam rangka pelaksanaan kegiatan Pemerintah. Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh Badan-badan swasta dan/atau perorangan dalam bentuk corak apapun, baik tunggal maupun kelompok, dalam rangka pelaksanaan kebangsaan.

Dengan demikian arsip adalah pusat ingatan bagi seluruh kegiatan pekerjaan dimana surat/warkat yang diproses berdasarkan pengklasifikasian atau penggolongan yang disusun, disimpan dan dipelihara sedemikian rupa selama masih diperlukan. Arsip mempunyai peranan sebagai sumber informasi dan sumber dokumentasi. Sebagai sumber informasi, arsip dapat membantu mengingatkan petugas yang lupa mengenai suatu masalah. Sebagai sumber dokumentasi, arsip dapat dipergunakan oleh pemimpin organisasi untuk membuat  ataupun mengambil keputusan secara tepat mengenai masalah yang sedang dihadapi. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa peranan arsip antara lain sebagai bahan atau alat pembuktian dan sekaligus sangat berguna untuk dijadikan acuan perencanaan dan pengambilan keputusan, juga dapat membantu sebagai rujukkan informasi kegiatan ilmiah.

Dunia arsip adalah “harta karun” yang memiliki nilai ekonomi dan edukasi bagi siapa saja yang secara kreatif mampu memanfaatkannya untuk tujuan aktualisasi budaya dengan memberi arti kekinian dan kecerdasan emosional melalui konfigurasi peristiwa aktual.  Kreativitas itu dimaksudkan sebagai bentuk menghubungkan ingatan masyarakat kepada peristiwa  yang luput dari perhatian banyak orang. Arsip berbicara, karena setiap arsip (dokumen) memiliki cerita konten dan konteks psikologis sosial dan fakta sejarah. Demikian misalnya sebuah peta kuno, lukisan, kertas-kertas yang tertimbun tumpukan surat berharga dan pada peti kemasan yang mungkin berserakan dalam dekapan zaman yang berbeda. Dokumen itu dicari orang untuk mendapatkan informasi akan nilai yang terkandung di dalamnya, baik berupa ilmu pengetahuan maupun kreasi budaya dalam bentuk naskah cerita.

Anda pasti pernah menonton film Titanic, sebuah epic romantic pada sebuah bencana di Amerika Serikat. Film ini diproduksi pada 1997, penulis skenario sekaligus sutradara adalah James Cameron. Ia bercerita tentang kisah cinta Jack dan Rose (diperankan oleh Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet) yang berasal dari status sosial berbeda di atas kapal RMS Titanic yang tenggelam dalam pelayaran perdananya pada tanggal 15 April 1912.

Inspirasi Cameron dalam film ini didasarkan pada daya tariknya terhadap sebuah arsip mengenai naskah kuno bangkai kapal RMS Titanic. Cameron ingin menyampaikan pesan emosional dari tragedi itu dan berpikir bahwa kisah cinta yang diselingi dengan tragedi kematian penting seolah menyampaikan pesan tersebut. Produksi film ini dimulai pada tahun 1995. Sebuah rekonstruksi kapal Titanic dibangun di Playas de Rosarito, Baja California. Model skala dan teknik Computer-Generated Imagery (CGI) digunakan untuk dapat menggambarkan detik-detik tenggelamnya kapal tersebut. Tidak diduga sebelumnya, ternyata film ini mendapat penghargaan luar biasa dan menjadi film terpopuler di penghuung abad ini.

Pada tahun 1996, seorang pemburu harta karun bernama Brock Lovett beserta timnya menjelajahi bangkai kapal RMS Titanic untuk mencari sebuah kalung berlian yang diyakini terkubur di dasar laut bersama bangkai kapal tersebut. Sebuah peti ditemukan dan dibawa ke permukaan untuk dibuka. Sayangnya, peti itu tidak berisi harta karun berharga, tetapi hanya beberapa lembaran kertas yang sudah hancur karena air laut. Salah satunya yang mash bisa dibaca adalah sebuah lukisan seorang wanita muda nan cantik bertanggal 14 April 1912 dan bertanda tangan "JD". Lukisan itu menggambarkan seorang perempuan cantik yang bersandar di sebuah kursi. Di lehernya terdapat sebuah kalung berlian yang mereka cari: "Heart of the Ocean — Jantung Samudera".

Memang sulit dipercaya orang awam, sebuah lukisan tua memiliki nilai yang sangat penting dan berharga. Namun dari arsip kuno itu, James Cameron terinspirasi sebuah peristiwa besar berkenaan dengan musibah tenggelamnya kapal Titanic. Dia tertarik pada arsip sebuah lukisan kalung berlian Heart of the Ocean, yang dalam film Titanic dikenakan oleh Rose DeWitt Bukater. Wanita itu tidak lain adalah Rose Dawson Calvert, seorang perempuan tua berusia 101 tahun. Ia menonton berita di CNN tentang penemuan lukisan tersebut. Dia menghubungi Brock Lovett, menanyakan soal Heart of the Ocean dan meyakinkan Lovett kalau perempuan yang ada dalam lukisan itu adalah dirinya. Lovett tertarik dan selanjutnya, Rose ditemani cucunya, Lizzy Calvert, terbang ke lokasi penemuan lukisan tersebut lalu menceritakan lebih lanjut tentang pengalamannya di atas kapal Titanic.

Pada bulan April 1912, Rose (saat itu bernama Rose DeWitt Bukater) berusia 17 tahun saat menaiki RMS Titanic sebagai penumpang kelas satu bersama ibunya, Ruth DeWitt Bukater, dan tunangannya, Caledon Nathan Hockley (Cal), seorang pengusaha sukses di bidang industri. Rose tidak mencintai Cal, tetapi ibunya memaksanya untuk menikahinya karena masalah keuangan dan kehormatan keluarga. Di saat yang sama, seorang laki-laki bernama Jack Dawson memenangkan tiket kelas tiga dalam permainan poker dan ikut serta dalam pelayaran perdana Titanic dari Southampton menuju New York.

Di atas kapal, Rose yang tidak bahagia atas pertunangannya dan juga kehidupannya yang terkekang memutuskan untuk bunuh diri dengan cara terjun dari buritan kapal. Jack melihat peristiwa itu dan berhasil menghalanginya. Atas hal ini, Cal mengundang Jack makan malam bersama mereka untuk keesokan harinya pada acara jamuan di kelas satu untuk membalas jasanya. Singkat cerita, Rose dan Jack menjalin persahabatan dan saling berbagi pengalaman serta kisah hidup mereka. Jack menceritakan petualangannya sebagai seorang pelukis, sementara Rose berbagi kisah soal keputusasaan dan penderitaannya. Ikatan mereka semakin kuat saat mereka melarikan diri dari jamuan makan malam di kelas satu dan ikut serta dalam pesta para penumpang di kelas tiga. Lambat laun, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Jack kini telah jatuh cinta pada Rose, namun Rose cenderung tidak mempedulikan perasaan antara mereka yang semakin menebal karena pertunangannya dan status sosialnya. Tetapi, Rose akhirnya memutuskan melepaskan semua itu dan menyerahkan cintanya kepada Jack. Pada suatu malam, Rose meminta Jack melukis dirinya dengan hanya memakai kalung berlian Heart of the Ocean, lukisan yang sama ditemukan para pemburu harta karun 84 tahun kemudian. Rentang waktu jauh, hampir seabad lukisan itu baru ditemukan dan berbicara dalam sebuah kisah romantic yang mengundang emosional penonton.

Di saat yang sama, Kapten Edward J. Smith dan krunya seolah-olah tidak menghiraukan peringatan tentang gunung es yang berada dalam jalur yang dilalui Titanic. Malahan, atas perintah Joseph Bruce Ismay, direktur perusahaan White Star Line, Titanic semakin mempercepat lajunya meskipun pada saat itu malam hari. Pada malam 14 April 1912, dua orang pengawas kapal melihat bongkahan gunung es besar persis di depan jalur Titanic dan memberitahu anjungan. First Officer William Murdoch memerintahkan kapal dibelokkan dan mesin dimundurkan, tetapi sudah terlambat; sisi kanan Titanic menabrak gunung es, sehingga menciptakan serangkaian lubang di bawah garis air. Lima kompartemen kedap air kapal bocor. Semakin jelas bahwa kapal ini terancam, kebocoran terjadi dan tidak bisa selamat.

Sementara itu di dalam kapal, Jack dan Rose menghadapi keyataan sulit akibat kemarahan Cal hingga memaksa mereka kembali ke dek bawah kapal yang sudah dipenuhi air.  Tetapi mereka berdua berhasil naik ke dek atas, tetapi sekoci sudah tidak ada, dan memaksa mereka bersama ratusan penumpang lain yang ketakutan mencari ruang untuk bertahan sebelum Titanic tenggelam sepenuhnya ke dasar Samudera Atlantik. Buritan kapal tegak dan menjulang tinggi sehingga ketidak seimbangan berat membuat kapal patah dua dan pada pukul 2.20 pagi tanggal 15 April 1912, bagian haluan kapal tenggelam sepenuhnya ke dasar laut dan diikuti oleh bagian buritan.

Rose dan Jack menceburkan diri ke laut yang sangat dingin itu bersama dengan banyak penumpang lainnya. Hanya ada satu lembar papan yang cukup besar untuk seorang, mengambang tidak jauh dari mereka. Jack menaikkan Rose ke papan itu, menyelamatkan jiwa kekasihnya itu dari suhu dingin yang mematikan, sementara ia berpegangan di sisi papan itu memegangi tangan Rose untuk menenangkannya. Rose dan Jack bersama dengan ratusan penumpang yang lain menunggu bantuan dari sekoci yang tak kunjung datang di permukaan air. Ketika petugas di sekoci datang membantu, hampir semua penumpang telah tewas akibat hipotermia. Rose kecewa karena Jack tidak mampu bertahan dan meninggalkannya. Dia mengucapkan selamat tinggal lalu melepaskan jasad Jack yang telah membeku ke dalam lautan, kemudian Rose memanggil sekoci yang selanjutnya datang menyelamatkannya. Penumpang yang selamat di atas perahu penyelamat menunggu selama empat jam sampai RMS Carpathia, kapal terdekat yang berhasil menjawab dan membalas isyarat radio Titanic, datang menyelamatkan mereka. Ketika tiba di New York, Rose mengganti namanya menjadi Rose Dawson dan mendapati ia masih memiliki Heart of the Ocean yang tersimpan di dalam saku jas milik Cal yang dipakainya.

Kembali sebagai perempuan tua pada tahun 1996, Rose menuju ke dek kapal ekspedisi saat dia membuang Heart of the Ocean ke dalam lautan, tempat Jack tewas 84 tahun yang lalu. Beralih ke kamar Rose, di sana terlihat foto-foto perjalanan hidupnya, termasuk foto dia sedang menunggang kuda di Santa Monica Pier, seperti yang dulu pernah direncanakannya bersama Jack. Rose berbaring dan bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya, ia kembali ke dasar laut, Titanic muncul di dalam kegelapan dan segalanya berubah menjadi baru. Seorang pelayan membukakan pintu ke tangga utama dan di sana terlihat semua penumpang Titanic yang tewas pada malam kecelakaan tersenyum pada Rose. Persis di atas tangga berdiri Jack, menghadap jam besar tempat mereka berdua juga pernah berjanji bertemu sebelumnya. Jack berpaling dan tersenyum ke arah Rose yang kembali berusia 17 tahun dan Rose membalas senyumannya. Mereka berciuman di hadapan khalayak yang bertepuk tangan mengelukan.

Memahami arti peranan arsip yang menjadi acuan dan inspirasi film Titanic  memberikan bahwa arsip tidak sama sekali pasif dan mati. Malah arsip adalah ilmu pengetahuan yang memberikan “anugrah” dalam kreativitas  budaya. Arsip mempunyai peranan sebagai sumber informasi dan sumber dokumentasi. Sebagai sumber informasi, arsip dapat membantu mengingatkan kita yang lupa mengenai suatu masalah. Sebagai sumber dokumentasi, arsip dapat dipergunakan oleh siapa saja, pemimpin organisasi untuk membuat dan mengambil keputusan secara tepat mengenai masalah yang sedang dihadapi atau untuk keperluan penelitian dan karya ilmiah.

Banyak karya yang rangkaian ceritanya dikontruksi melalui peristiwa sejarah yang diinspirasi dari sebuah arsip.  Sebuah arsip penting dieksplorasi karena ada pesan dan informasi penting sebagai pembelajaran sejarah dan mengingatkan kita untuk memahami pesan-pesan moral yang dikandungnya. Namun kebudayaan kita masih menjadi halangan membuka kembali arsip sehingga ia seolah mati. Malah tidak sedikit diantara kita tidak suka pada arsip, dan bahan arsip itu dibuang dan dibakar seperti rumput di bawah tanaman padi yang harus dicampakkan. Padahal kearsipan adalah pengelolaan catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi yang memiliki nilai kegunaan dengan teratur, baik arsip yang dibuat maupun diterima, agar mudah ditemukan kembali jika diperlukan. **

Penulis adalah Orang Banten Yang hobi membaca dan menulis

Sumber : https://dpk.bantenprov.go.id/read/informasi-kearsipan/551/KETIKA-ARSIP-BICARA-ROMANTISME-DAN-FAKTA-SEJARAH.html


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan