Pembukaan Book Fair 2018


“Literasi Cerdas Untuk Kesejahteraan”

Serang - Telah dilaksanakan pembukaan banten book fair 2018 “Literasi Cerdas Untuk Kesejahteraan”, Pembukaan kegiatan di laksanakan pada hari selasa, 08 mei 2018 di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bantendengan diawali pertunjukan rampak bedug oleh sanggar mayang sari dari pandeglang, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-qur'an oleh ustadz marshad. dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang di pimpin oleh paduan suara SMA N 2 Kota Serang. Masuk ke acara inti pembukaan dengan laporan ketua panitia disampaikan oleh Kepala Bidang Deposit, Layanan, Dan Otomasi, Usman Asshidiqqi Qohara, S.Sos. M,Si menyampaikan laporan anggaran kegiatan Banten Book Fair 2018. Beliau juga menyampaikan tentang landasan kegiatan Banten Book Fair 2018 ini dengan membacakan Undang-Undang tentang arti dan fungsi perpustakaan, yaitu Pasal 1 Undang-Undang no. 43 tahun 2007 menyebutkan bahwa “Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan / atau karya rekam secara professional dengan sistem baku guna memenuhi kebuthan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka.”

Dari pasal tersebut sangat jelas, bahwa perpustakaan bukanlah sebuah ruangan yang hanya digunakan untuk menyimpan buku. Perpustakaan sangat mendukung Sistem Pendidikan Nasional yang menjadi pusat sumber informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian dan kebudayaan. Perpustakaan juga mempunyai peran dalam membangun sebuah peradaban umat manusia karena tinggi rendahnya peradaban dan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimiliki. Pasal 3 disebutkan bahwa : “Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa.” 

Dengan mengelolaan yang baik sebuah perpusatakaan dapat digunakan sebagai tempat kita untuk mendapat informasi, ilmu pengetahuan yang mungkin belum atau bahkan tidak kita dapat di bangku pendidikan. Sebagai tempat penelitian dan pelestarian, sebuah perpustakaan dapat menjadi sebagai sebuah tempat untuk melestarikan hasil budaya sebuah umat manusia khususnya yang berbentuk dokumen karya cetak dan karya rekam lainnya sehingga gagasan, pemikiran, pengalaman dan pengetahuan umat manusia sebelumnya dapat diketahui dan diteliti oleh generasi-generasi selanjutnya. Sebuah perpustakaan dapat pula digunakan sebagai sarana rekreasi, kita ambil contoh apabila perpustakaan tersebut juga menyediakan bahan bacaan yang dapat menyenangkan para pemustakaannya seperti buku-buku humor, komik dan lain sebagainya. Sejalan dengan arti dan fungsi perpustakaan tersebut, maka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten mengadakan kegiatan Banten Book Fair 2018 kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari dimulai dari tanggal 7 s.d 12 Mei 2018.

Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan pemustaka award (pengunjung yang paling sering ke perpustakaan).

1. Anisa Zahra dari SD Taktakan 1

2. Nenia Nabila Fatimah dari SMP 7 Kota Serang

3. Grace RN. dari SMA N 1 Kota Serang

4. Haris Balya dari UIN SMH Banten

5. Teti Fatriati dari Ciruas (umum)

Setelah penyerahan penghargaan selesai, dilanjutkan dengan pembukaan acara book fair 2018, sambutan dan sekaligus membuka acara oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, Dr. H. Ajak Moeslim, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan harus terus berkembang dan mengikuti kemajuan tren dan era. Pada saat ini, tren-nya sudah berganti dari tren tekstual kepada tren digital, jadi perpustakaan selain menyediakan koleksi bahan berbentuk buku kertas juga harus mengalih mediakannya menjadi format digital.

sumber : https://dpk.bantenprov.go.id/read/berita/559/Pembukaan-Book-Fair-2018.html


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan