MEMPELAJARI MASA LALU MELALUI ARSIP


MEMPELAJARI MASA LALU MELALUI ARSIP

Oleh : SITI RAHAYU

 

Mungkin akan terasa aneh bagi anda saat membaca tulisan ini. Arsip kok bisa dijadikan “tempat kunjungan” wisata? Tidak lazim memang, karena kebanyakan orang pasti akan memilih pantai atau tempat rekreasi lainnya untuk berwisata. Terdengar memang “sedikit” idealis.

Buat saya yang pernah mempelajari kearsipan, berwisata dalam arsip memang sangat mengasyikan. Terutama saat melihat jenis arsip photo yang menceritakan sesuatu. Dengan melihat arsip photo dan sejarah, saya seolah-olah tersedot dalam putaran waktu kearah masa lampau. Sesuatu yang dilupakan atau tidak disenangi bagi kebanyakan orang.

Sejarah memiliki dimensi luas. Ia tidak hanya berhenti di masa lalu. Sejarah adalah segala kejadian di masa lampau yang berdampak luas pada sendi kehidupan masyarakat. Dengan belajar sejarah kita dapat mengambil hikmah positif dari kejadian masa lalu untuk digunakan saat ini demi kehidupan masa depan yang lebih baik. Mempelajari sejarah dimulai dengan menginventarisir apa yang ditinggalkannya. Ini yang disebut dengan jejak sejarah. Salah satunya adalah peninggalan arsip-arsip. Arsip adalah rekaman kegiatan dan peristiwa sejarah dalam berbagai bentuk dan media.

Sebuah atau beberapa photo, merupakan rekaman visual yang menampilkan atau menjelaskan keadaan waktu itu dengan ruang lingkup yang cukup jelas dan luas. Sebuah bentuk visual yang tidak bisa dibohongi jika kita melihat photo asli meskipun photo tersebut berwarna hitam putih. Saya tidak akan menyinggung tentang sebuah photo yang pada zaman sekarang ini bisa diedit dengan memakai sebuah program, bagi saya cukup untuk berbicara tentang keaslian sebuah arsip photo.

Pekerjaan dalam bidang kearsipan “mungkin” tidak elit bagi kebanyakan orang. Saat tamat SMU, orang-orang mikir dulu untuk mengambil jurusan Kearsipan di perguruan tinggi, orang kebanyakan pasti akan memilih jurusan kedokteran, akuntansi, manajemen, hukum, farmasi dan atau jurusan “elit” lainnya. Setidaknya itu anggapan sebagian besar orang.

Kembali ke pokok bahasan, terkadang saya merasa sebagai manusia yang “paling beruntung” dengan telah mempelajari kearsipan dan bekerja di Bidang Kearsipan. Seperti yang telah saya utarakan diatas, saya sering melihat, membaca berbagai jenis arsip baik itu konvensional maupaun audiovisual. Mengapa saya merasa paling beruntung dibanding dengan manusia lainnya? Ini tidak lain dikarenakan saya bisa melihat dan membaca informasi yang pernah terjadi dimasa lalu, bahkan jauh sebelum ayah, ibu, kakek, nenek saya lahir. Apalagi kelahiran saya! Itulah makanya saya seolah-olah tersedot dalam putaran waktu seakan kembali kemasa seperti yang diceritakan dalam arsip tersebut. Sangat mengasyikan sekali bisa mengetahui informasi tentang masa lalu dimana orang lain tidak mengetahuinya. Jadi sangat wajar kalau saya menyebut diri saya “paling beruntung”, bukan?

Melihat rekaman peristiwa yang diceriatakan oleh arsip bagi saya memang seperti berwisata saja. Arsip photo misalnya. Andaikan arsip photo tersebut dibuat tahun 1900-an, tentunya keadaan yang diceritakan dalam arsip tersebut sudah tidak sama lagi dengan tahun sekarang ini, bukan? Saya seolah berwisata ke masa lalu.

Arsip memang harus fleksibel, namun bukan berarti bebas. Tetap harus mengikuti kaidah peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengikat. Begitupun dengan Sejarah, sejatinya bukanlah benda mati. Ia bangunan “hidup” yang memiliki banyak pesan bijak untuk disampaikan ke banyak orang, terutama kepada generasi muda. Menghargai sejarah itu berarti satu langkah menuju bangsa yang beradab. Hanya dengan cara inilah, mimpi kita menjadi bangsa yang besar dan maju bisa tercapai.

Hingga saat ini berbagai jenis arsip telah saya lihat. Mengasyikan. Saya anggap itu pekerjaan sambil berwisata. Dengan kata lain, sama seperti anda yang mungkin suka berwisata ke pantai atau tempat rekreasi lainnya, namun khusus buat saya telah bertambah satu yaitu apabila saya tidak mood ke pantai atau tempat lainnya, saya bisa “kembali dan melihat” masa lalu lewat seberkas arsip.

 


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan