KEARSIPAN HINGGA DESA, TANGKAL HOAX MENDATANG


KEARSIPAN HINGGA DESA, TANGKAL HOAX MENDATANG

 

Oleh, Ibnu PS Megananda

(Email: jalanidi_janaloka@yahoo.com)       

     

        A. Pendahuluan

Ketika daya pikiran ini tertuju pada sebuah bidang yaitu arsip dengan teknis pengelolaannya dikatakan kearsipan, tentu perasaan tertuju pada sebuah arti pentingnya pendataan yang rapi dan teratur. Mengapa harus diarsipkan, tentu hal ini menjadi pertanyaan yang tidak pula untuk dijawab, artinya tidak asal jawab. Dengan demikian tentu perlu skill atau paling tidak paham tentang arsip. Sehingga masyarakat akan lebih memahami betapa pentinya biidang kearsipan.

Kita bisa melihat secara nyata mengapa ada catatan atau bukti sejarah untuk diarsipkan.Tuhan sendiri  berkehendak ada bukti sejarah, misalnya, untuhnya mayat Firaun, itu tentang bukti sejarah. Betapa manusia akan datang perlu data, perlu bukti otentik, karena kalau tidak dianggapnya hoax, dianggapnya bohong. Dengan ada ujudnya, tentu tidak bisa membatah lagi bahwa kisah Firaun adalah bohong.

Begitu pula catatan atau data sejarah tingkat desa, bukan itu tidak penting. Karena desa adalah pusat kehidupan yang nyata. Peristiwa didesa  bisa menjadi sebuah peristiwa lebih luas, regional bahkan bisa nasional. Untuk itu perlunya terasipnya catatan peristiwa yang ada di desa. Dengan demikian lembaga yang menangani kearsipan seperti Dinas  Perputakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD)  harus mengekspos betapa pentinya kearsipan di setiap desa.

 

        B. Arsip dari Pusat Kehidupan Desa

Pengarsipan dengan gampang maksudnya untuk mengabadikan benda-benda baik sebagai naskah atau benda bukan naskah. Mengapa benda-benda tersebut diarsipkan, inilah yang perlu diketahui kalangan luas terlebih lagi pada siswa-siswi atau mahasiswa. Sehingga mereka paham apa pentingnya sebuah arsip, mereka mau bergerak mengarsipkan segala hal yang penting untuk diarsipkan. Dan secara pribadi mereka dengan rapi mengarsipkan naskah, surat-surat penting bahkan catatan yang juga dianggap penting. Itulah sabagaian tujuan pengarsipan, memudahkan ingatan, dan penting sebagai data kemitmen, peristiwa, sebagai sejarah.

Arsip berasal dari kata Yunani secara etimologi dengan asal kata ‘archium’ sebuah tempat untuk menyimpan sesuatu, kalau bahasa Inggrisnya biasa disebut ‘file’. Dengan awalan ‘ke’ dan akhiran ‘an’ disebut ‘kearsipan’ menjadi sebuah kata sipat, dengan bersipat kegiatan pengarsipan pelbagai elemen tadi. Dan arsip menjadi penting adanya, sehingga dalam kepentingan tertentu dalam pertikaian politik pada antar bangsa tertentu, arsip bangsa tertentu dimusnahkan oleh musuhnya. Banyak arsip dibelahan dunia yang sengaja dihancurkan dengan  maksud bangsa yang dihancurkan arsipnya tidak mengetahu lagi masa lalunya. Menjadi mis kehilangan data sejarah bangsa tersebut yang dihancurkan arsipnya.

Dan pengarsipan sebagai pendataan yang juga bukan hanya tingkat sejarah besar bangsa atau benda penting yang mengandung nilai sejarah. Namun pengarsipan ditingkat desa juga begitu penting. Catatan peristiwa atau benda yang dianggap penting untuk bukti atau data. Misalnya catatan, ketika warga desa melakukan acara yang cukup bermakna, misalkan, melakukan Pengibaran bendera merah putih pada 17 Agustus saat detik-detik Proklamasi. Segala kegiatan itu dicatat, siapa pengibarnya, yang baca teks Proklamasi, teks Pancasila, Pembukaan UUD 45, memimpin lagu Indonesia Raya, Padamu Negeri, dan sebagainya. Karena itu juga sebagai peristiwa sejarah disebuah desa, yang bisa jadi tahun-tahun kemudian tidak dilakukan acara   tersebut.

Atau peringatan hari besar agama, dengan acara yang baik, juga catatan-catatan warga yang pernah jadi lurah dan perangkatnya, pemuka agama, juga penting untuk diarsipakan. Segala sesuatu yang dianggap penting sangatlah penting pula untuk diarsipkan. Pengarsipan  tentu yang tingkat bawah, bukan berarti skala desa, tapi catatan itu penting, paling tidak jadi sebuah data yang dimana bisa menjadi semacam kurikulum pite atau mungkin rekam jejak bagi desa tersebut.

Tak ubahnya arsip bagi pribadi, juga penting, apa lagi dalam tingkat wilayah yang didiami banyak warga, dimana warga  tersebut juga banyak berkepentingannya terhadap peristiwa atau sejarah masa lalu warga yang pernah melakukan.pentingnya itu mungkin untuk perbandingan- yang pentingnya itu demi perbuatan lebih baik – yang juga untuk masa akan datang. Dan begitu pula warga  akan datang mungkin mencari rekam jejak masa kita sekarang – yang mungkin jadikan, gampangnya sebagai contoh.

Maka pengarsipan yang dianggap penting itu pertama mungkin akan kesadaran warga. Dimana warga memang saat ini penting untuk diberi tahu atau pemahaman, terlebih perangkat desanya. Betapa tidak penting para ahli kearsipan seperti Drs The Liang Gie, kearsipan merupakan penyimpanan warkat-warkat yang dibuat secara tertip akan memudahkan untuk mendapatkan data lebih mudah. Dengan demikian misalnya kantor desa sebagai lembaga pemerintah penting untuk dilakukan membuat administrasi kearsipan secara tertip perlu dilakukan secara berprogram dari peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, baik kota maupun kabupaten.

Sehingga DPKD sebagai lambaga yang menangani data kaersipan, yang juga menangani perpustakaan akan lebih dilihat – bila kearsipan tingkat desa juga terkelola secara prepesional. Tentu kerjasama pihak desa dan DPKD perlu peningkatan yang sama-sama tujuannnya mengelola arsip secara terawat baik. Kerjasama itu bahkan perlu mendapat perhatian dari kepala daerah bersangkutan – agar benar-benar merupakan program kearsipan dianggap penting.

Kearsipan desa memang  utuh perhatian, seperti yang dipaparkan diatas – dengan pelbagai peristiwa, dan data kemajuan atau melemah dibidang ekonomi, kesehatan, sosial dan budaya dan keamanan, dari tahun ketahun dapat ditulis dengan baik lalu diarsipkan. Semua segala aspek perlu mendapat perhatian. Dengan demikian desa tersebut bisa dipastikan akan selalu upaya untuk mengepaluasi pelbagai bidang  sektor tesebut. Karena dengan adanya sedikit tekanan dari pimpinan daerah untuk berbuat lebih baik, sehingga diarsip tidak ditemukan teks-teks kemerosotan.

       C. Penutup

Karena memang masing-masing bidang bisa terjadi los, misalkan bedang budaya, yaitu  bahasa daerah atau kesenian tertentu, bisa mengalami hilang. Kalau bahasa daearah, bukan tidak mungkin misalnya bahasa daearah Banten, Sunda Banten atau Jawa Banten semakin hilang penuturnya. Kita bisa lihat  di komplek-komplek perumahan sekitar Serang, anak-anak jarang yang bisa bertutur kata bahasa daerah Banten.Dengan demikian bahasa, kesenian juga perlu pengarsipan yang baik.

Dengan respon kearsipan desa dari tingkat pusat-pusat pemerintahan merupakan keniscayaan untuk berupaya waspada akan hilangnya sektor atau bidang dengan tidak tercatat – akan  terjadi kebingungan, artinya tidak mudah ketika ada datanya. Maka meski bagaimana  kearsipan desa itu penting, tak ubahnya kearsipan surat-surat penting keluarga. Dengan demikian ada datanya tercata secara otentik, tidak cuma kabar burung, atau hoax. Dan kearsipan pelbagai sektor memang hingga kini agaknya kurang dianggap penting, atau mungkin belum paham akan arti pentingnya arsip. Adanya kearsipan yang baik tentu paling tidak untuk melawan lupa, karena memang manusia sering alfa dalam arti pentinya sejarahnya.***

 

Sumber dunia maya

Desa paham Pentinya Arsip (Sambas.go.id)
Pentinya Manajemen Pengelolaan Arsi (rajamap.com)
Arsip Menurut Para Ahli


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan