Arsip sebagai official history


Arsip sebagai official history

Oleh: Encep Supriatna

Email: cepsup1976@gmail.com

Disadari atau tidak, kebutuhan akan informasi semakin meningkat disetiap waktu. Hal ini didukung oleh perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi. Informasi memiliki peran yang penting dalam kehidupan kita. Bahkan dapat dikatakan bahwa hampir setiap keputusan yang akan kita ambil atau tindakan yang akan kita lakukan, berawal dan dilandasi oleh informasi dalam takaran sesuai dengan yang kita butuhkan. Informasi yang diciptakan manusia maupun organisasi dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok besar, yaitu informasi yang terekam dan informasi yang tidak terekam. Untuk informasi yang terekam dapat menggunakan beragam media simpan yang kemudian diarsipkan. UU No 43 Tahun 2009 mengenai Kearsipan, Pasal 1 Poin 2 mendefinisikan arsip merupakan “rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara”. Sedangkan Menurut Betty R. Ricks (1992:123), arsip adalah rekam informasi, terlepas dari media atau karakteristik, dibuat atau diterima oleh suatu organisasi yang berguna dalam operasi organisasi.

Lalu pertanyaan selanjutnya ialah apakah arsip memiliki peran yang penting sama hal nya dengan informasi? Dalam penelitian sejarah, sebuah arsip memiliki peran yang sangat penting untuk itu arsip dikategorikan sebagai sumber primer karena berisi rekaman yang sezaman dengan suatu peristiwa sejarah. Begitu berartinya arsip bagi sejarah sehingga banyak yang mengatakan bahwa jika tidak ada arsip maka tidak akan ada cerita sejarah. Selain dalam sejarah dan penelitian, arsip juga memiliki peranan penting dalam kepemerintahan. Semua rekam jejak perjalanan bangsa dalam hal kepemerintahan terekam dalam arsip. Sehingga tidak heran bahwa banyak ahli yang mengemukakan bahwa arsip adalah memori kolektif sebagai jati diri warga negara bahkan bangsa, warisan bangsa dan aset bagi pemerintah yang sangat bernilai tinggi.

 

Urgensi dan Integritas Arsip sebagai Official History

Tulisan Prof. Dr. Kuntowijoyo (2001) mengatakan bahwa mitos dan sejarah berguna untuk mengetahui masa lampau. Bangsa yang belum mengenal tulisan mengandalkan mitos dan yang sudah mengenal tulisan pada umumnya mengandalkan sejarah. Sejarah berguna untuk melestarikan masa lampau, karena masa lampau dipandang penuh makna. Dengan pengetahuan sejarah kita dapat melihat tidak hanya masa sekarang tetapi juga masa depan dengan rasa lebih mantap karena sudah ada arah garis tertentu. Seseorang yang tidak mengenal sejarahnya atau masa lampaunya, maka akan kehilangan identitasnya. Begitupun dengan pemerintahan. Pemerintah tanpa ada arsip sejarah tentu akan kehilangan sumber informasi penting akan perjuangan, ide pejuang, dan strategi kepemerintahan yang dapat membantu membangun kebangkitan bangsa. Menurut Richardo J. Alfaro (mantan presiden Panama) yang dikutip dari Galus (2008)  mengatakan bahwa pemerintah tanpa arsip ibarat seperti tentara tanpa senjata, dokter tanpa obat, petani tanpa benih, tukang tanpa alat, dan artis tanpa panggung. Perkataan Richardo J. Alfaro dapat kita maknai bahwa arsip merupakan alat vital bagi negara yang telah menjadi saksi berkembangnya suatu bangsa serta berpengaruh bagi kelangsungan suatu bangsa.

Namun arsip dengan segala urgensinya terkadang mendapat intervensi dari para pemimpin pada jamannya. Seperti kasus-kasus berikut yang dikutip dari Mahmudah dan Rahmi (2016) :

  1. Surat Perintah Sebelas Maret (SUPERSEMAR)

Surat perintah 11 Maret 1966 merupakan dokumen yang dikeluarkan Presiden Soekarno tentang pemberian keleluasan pada Mayor Jenderal Soeharto dalam peristiwa G-30S/PKI. Hingga saat ini terdapat 3 arsip yang di klaim sebagai Supersemar dan hingga detik ini naskah asli supersemar tidak diketahui keberadaannya, walaupun beberapa orang mengaku pernah melihat naskah aslinya.

  1. Arsip Tragedi 65’

Seperti yang kita ketahu periode 1950-1965 merupakan periode yang sangat buruk bagi Indonesia dimana Indonesia menghadapi masa disintegrasi bangsa. Pemberontakan terjadi diberbagai wilayah sehingga banyak warga sipil menjadi korban atas kepentingan elit politik. Negara luas memandang bahwa ternyata CIA mempunyai peran dalam membuat kekacauan di Indonesia termasuk dalam tragedi ’65. Namun arsip mengenai campur tangan CIA dalam tragedi ini diketahui disimpan rapi oleh Amerika.

Selain kedua contoh tersebut, masih banyak arsip yang tidak diketahui keberadaanya baik itu arsip sejarah maupun arsip-arsip kasus-kasus politik kontemporer.

Tantangan kemajuan jaman yang ditandai dengan meningkatnya perkembangan teknologi menuntut pengelolaan arsip untuk lebih dinamis. Para ahli telah mengembangkan metode baru dengan berkolaborasi dengan ilmu-ilmu lain seperti komputer dan informatika agar arsip dapat terkelola dengan  baik.

Penutup

Memaknai urgensi dan integritas kearsipan dalam konteks sejarah dan ketata negaraan merupakan hal yang wajib bukan hanya untuk arsiparis tetapi juga untuk keseluruhan warga masyarakat. Melihat urgensi arsip yang sangat vital bagi negara, perlu adanya kerjasama pemerintah dalam mengelola arsip karena pada hakekatnya nilai informasi pada arsip yang dikelola dengan baik dalam konteks negara, kehidupan, kebangsaan, dan nilai budaya merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan bangsa.

Daftar pustaka

UU No 43 Tahun 2009 mengenai Kearsipan

Ricks, Betty R., et al. (1992). Information and Image Management: A Records System Approach. Cincinati: South-Western Publishing Co.

Kuntowijoyo. (2001). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogjakarta: Bentang Budaya

Galus, B Senang. (2008). Urgensi dan Relevansi Arsip Kearsipan bagi Negara. Dinas Pendidikan Provinsi DIY.

Mahmudah, R.M & Rahmi,L. (2016). Urgensi Dan Integritas Arsip Dalam Konteks Kebangsaan Dan Kesadaran Sejarah. Jurnal Lentera Pustaka 2 (1). Tersedia online: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/lpustaka


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan